![]() |
| Foto: PGRI Flotim |
Flores Timur – Semangat untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai pendidik ditunjukkan oleh seorang guru yang harus menempuh cara tidak biasa saat mengikuti Ujian Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Karena lokasi sekolahnya tidak terjangkau jaringan Telkomsel yang digunakan untuk mengakses ujian, ia terpaksa mencari lokasi yang memiliki sinyal internet, bahkan hingga ke kawasan hutan.
Guru tersebut mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari untuk mengikuti seleksi PPG. Namun, kendala jaringan internet menjadi tantangan tersendiri. Di lingkungan sekolah tempatnya mengajar, sinyal telekomunikasi sangat lemah bahkan tidak tersedia, sehingga pelaksanaan ujian secara daring tidak memungkinkan dilakukan dari sekolah.
Demi memastikan dapat mengikuti ujian tanpa gangguan, ia mencari titik lokasi yang memiliki akses jaringan internet yang lebih baik. Setelah melakukan pencarian, ditemukan sebuah area di kawasan hutan yang masih dapat menangkap sinyal Telkomsel dengan cukup stabil untuk mengakses sistem ujian.
Dengan membawa telepon genggam, perlengkapan pendukung, dan bekal secukupnya, guru tersebut berangkat menuju lokasi yang telah dipilih. Di tengah suasana alam yang jauh dari keramaian, ia mengikuti ujian dengan penuh konsentrasi sambil berharap koneksi internet tetap stabil selama proses berlangsung.
Yang terpenting saya bisa mengikuti ujian. Walaupun harus ke hutan mencari sinyal, itu tidak menjadi masalah selama ujian bisa berjalan dengan baik, ungkapnya.
Kisah tersebut menggambarkan tantangan yang masih dihadapi sebagian guru di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur telekomunikasi. Di saat berbagai layanan pendidikan semakin mengandalkan teknologi digital, akses internet yang belum merata masih menjadi hambatan bagi tenaga pendidik maupun peserta didik di sejumlah wilayah.
Rekan-rekan guru memberikan apresiasi atas semangat dan kegigihan yang ditunjukkan dalam mengikuti seleksi PPG. Menurut mereka, perjuangan tersebut mencerminkan dedikasi seorang pendidik yang tetap berupaya meningkatkan kualitas diri meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Program Pendidikan Profesi Guru sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Oleh karena itu, kesempatan mengikuti seleksi PPG menjadi momen penting bagi para guru untuk mengembangkan karier dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kisah guru yang harus mencari sinyal hingga ke hutan ini juga menjadi pengingat bahwa pemerataan akses telekomunikasi masih menjadi kebutuhan penting, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat layanan. Infrastruktur jaringan yang memadai tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan publik berbasis digital.
Di balik tantangan keterbatasan sinyal, semangat guru tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi seorang pendidik tidak mudah terhalang oleh kondisi geografis. Dengan tekad yang kuat, ia tetap berjuang mengikuti ujian demi meningkatkan kompetensi dan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi para siswanya.
![]() |
| Foto: PGRI Flotim |


